IMPLEMENTASI RENCANA PEMASARAN

Diposting oleh Lhiyah pada 22:27, 04-Agu-13

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah dan anugerah-Nya sehingga kelompok 6 dapat menyelesaikan tugas dengan baik.

            Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Management Pemasaran jurusan S1 Akuntansi di STIE Perbanas Surabaya. Isi dari makalah ini berupa materi pembahasan mengenai “IMPLEMENTASI RENCANA PEMASARAN”.

            Demikian lah makalah ini kami buat.semoga makalah ni dapat bermanfaat bagi yang membaca maupun bagi kami kelompok 6.  Apabila ada kesalahan maupun kekurangan dalam tugas ini kami mohon maaf.

    Surabaya, 20 Mei 2012

      Disusun Oleh

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   

                                                                                                                   Kelompok 6

DAFTAR ISI

Kata Pengantar. 1

DAFTAR ISI. 2

IMPLEMENTASI RENCANA PEMASARAN.. 3

1.1      RENCANA YANG BAIK MERUPAKAN KERANGKA BAGI IMPLEMENTASI DAN KENDALI  3

           1.1.1. INFORMASI YANG CEPAT UNTUK IMPLEMENTASI DAN KENDALI YANG LEBIH BAIK.. 4

        1.1.2  IMPLEMENTASI YANG EFEKTIF BERARTI BAHWA RENCANA.............             BERJALAN SEPERTI YANG DIMAKSUDKAN.. 5

        1.1.3  MEMBANGUN KUALITAS DALAM UPAYA IMPLEMENTASI. 7

        1.1.4   KENDALI MENYEDIAKAN UMPAN BALIK UNTUK MEMPERBAIKI.....             RENCANA DAN IMPLEMENTASI. 10

1.2      ANALIS PENJUALAN MENUNJUKKAN APA YANG TERJADI. 11

1.3      ANALISIS KINERJA MENCARI PERBEDAAN-PERBEDAAN.. 12

     1.3.1  INDEKS KINERJA MEMBANTU MENYEDERHANAKAN ANALISIS MANUSIA   12

     1.3.2  ANALISIS KINERJA MAMPU MEMBANTU MENEMUKAN........................      PERSOALAN YANG SESUNGGUHNYA.. 13

     1.3.3  ANALISIS BIAYA PEMASARAN-KENDALI JUGA BIAYANYA.. 13

1.4      PERENCANAAN DAN KENDALI DIGABUNGKAN.. 15

1.5      AUDIT PEMASARAN.. 15

KESIMPULAN.. 16

DAFTAR PUSTAKA.. 18


BAB17

IMPLEMENTASI RENCANA PEMASARAN

1.1            RENCANA YANG BAIK MERUPAKAN KERANGKA BAGI IMPLEMENTASI DAN KENDALI

Keputusan perencanaan strategi yang efektif membuat perusahaan berada di jalur menuju peluang yang menguntungkan. Ketika berbagai strategi dan rencana yang baik telah dikembangkan, setiap orang di dalam organisasi tahu apa  yang akan dilakukan. Dengan demikian, rencana pemasaran yang baik merupakan kerangka bagi implementasi dan kendali.

Implementasi merupakan pelaksanaan dari rencana sementara kendali menyediakan umpan balik. Walaupun demikian, pemasaran yang berhasil membutuhkan implementasi dan kendali yang efektif. Keberhasilan berkelanjutan biasanya bergantung pada kendali (control) – proses umpan balik yang membantu manajer pemasaran untuk mengetahui (1) bagaimana rencana dan implementasi yang sedang berlansung berjalan dan (2) bagaimana membuat rencana untuk masa yang akan datang.

1.1.1       INFORMASI YANG CEPAT UNTUK IMPLEMENTASI DAN KENDALI YANG LEBIH BAIK

 

v  Umpan balik memperbaiki proses manajemen pemasaran

Belum lama berselang para manajer pemasran merencanakan strategi dan menjalankannya—tetapi kemudian, biasanya diperlukan waktu yang lama untuk mengetahui apakah strategi dan implementasi sungguh berjalan seperti yang diharapkan. Sebagai contoh, seorang manajer pemasaran mungkin tidak akan mendapatkan umpan balik yang memadai mengenai apa yang terjadi pada penjualan, pengeluaran, dan keuntungan sampai-sampai laporan keuangan selesai dibuat—dan hal itu membutuhkan waktu yang lama mungkin beberapa bulan atau lebih panjang.

 

v  Umpan balik yang cepat dapat menjadi sebuah keuntungan kompetitif

Para manajer pemasaran sering kali dapat menggunakan umpat balik yang lebih cepat untuk memperoleh keuntungan kompetitif. Mereka dapat dengan segera membuat penyesuaian terhadap suatu implementasi yang sudah berjalan dengan baik agar menjadi lebih baik lagi. Jika ada permasalahan, mereka dapat mengetahuinya lebih awal dan memperbaikinya. Sebagai contoh, seorang  manajaer yang memiliki laporan harian mendetail yang memperbandingkan hasil-hasil penjualan actual diberbagai kota yang berbeda dengan perkiraan penjualan yang direncanakan dapat melihat dengan sangat jelas jika ada suatu persolana di sebuah kota tertentu.

 

v  Manajer pemasaran harus bertanggung jawab

Umpan balik yang cepat tidak dimungkinkan kecuali bila data memiliki bentuk yang dapat dengan mudah dipilah dan dianalisis dengan komputer. Disini, manajer pemasaran yang kreatif memainkan peran krusialnya karena ia memastikan bahwa data-data yang penting disimpan dengan segera setelah didapatkan. Akan sulit, atau bahkan mustahil, untuk mendapatkan informasi bila ditunda-tunda.

 

v  Teknologi informasi yang menawarkan kecepatan dan detail 

Banyak perusahaan menggunakan internet, jaringan telepon optik-fiber, atau system-sistem transmisi satelit agara dapat secara cepat saling berbagi anatrlokasi yang berbeda. Melalui jaringan elektronik, suatu laporan yang merangkum penjualan berdasarkan produk, tenaga penjualan atau jenis konsumen dapat diperoleh kapanpun oleh seorang pengguna online menginginkannya dan manajer dapt mengalokasikan waktu untuk menyelesaikan persoalan apapun yang muncul.

 

1.1.2       IMPLEMENTASI YANG EFEKTIF BERARTI BAHWA RENCANA BERJALAN SEPERTI YANG DIMAKSUDKAN

Sebuah renacana yang baik sering kali pada tantangan untuk mengimplementasikan ratusan keputusan dan aktivitas operasional. Disaebuah perusahaan kecil, hal ini mungkin dapat ditangani oleh satu orang saja sehingga membutuhkan koordinasi dan komunikasi yang baik.

 

v  Implementasi yang baik membangun hubungan yang baik

Implementasi menjadi sangat penting dalam pasara yang matang dan sangat kompetitif. Ketika beberapa perusahaan secara bersamaan menjalankan strategi yang pada intinya sama—secara cepat meniru gagasan kompetitor—konsumen sering kali dapat dimenagkan atau hilang berdasar pada kualitas implementasi.

 

v  Implementasi berkaitan dengan hal-hal internal atau eksternal 

Implementasi pemasaran biasanya melibatkan berbagai keputusan dan aktivitas yang terkait dengan hal-hal internal dan eksternal Hal internal merupakan hal yang tak kasat mata oleh konsumen sekiranya berjalan seperti yang direncanakan. Disisi lain, beberapa isu implementasi yang bersifat eksternal dan melibatkan konsumen.

 

v  Implementasi memiliki tujuan sendiri

Dengan mengasumsikan segalanya yang lain berjalan benar, manajer ingin agar setiap tugas implementasi terlaksana

Lebih baik, sehingga konsumen mendapatkan nilai unggul seperti yang telah direncanakan.

Lebih cepat,untuk menghindari keterlambatan yang menyebabkan persoalan bagi konsumen.

Lebih murah, tanpa menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak memberikan nilai       tambah bagi konsumen.

Jadi, seorang manajer pemasaran harus terus-menerus mencari peluang strategi baru, tidak kalah pentingnya untuk menjaga sikap kreatif dalam mengupayakan berbagai solusi yang baik bagi persoalan-persoalan implementasi.

 

 

 

v  Keluhan konsumen memaparkan persoalan-persoalan implementasi

Ada beribu hal yang dapat membuat suatu rencana atau implementasi berantakan. Kelemahan-kelemahan implementasi sering kali dapat memunculkan ketidakpuasan dipihak konsumen. Di pasar bisnis, keluhan biasanya ditangani oleh para tenaga penjualan. Namun kebanyakan perusahaan yang berhubungan dengan konsumen dalam jumlah yang besar harus mengandalkan jaringan telepon bebas pulsa, situs Web dan e-mail pendukung layanan konsumen untuk membantu para konsumen yang memiliki pertanyaan dan keluhan.

 

v  Tetapi, keluhan membutuhkan tanggapan  

Perusahaan yang mendapatakan umpan balik melalui e-mail perlu membangun sebuah sistem yang memastikan bahwa ada tidak lanjut untuk tiap-tiap keluhan. Banyak perusahaan menangani langkah pertama ini dengan sangat baik. Ada seseorang yang membaca setiap pesan dan mengirimkannya ke departemen atau orang yang menurutnya bertanggung jawab untuk mengatasi persoalan ini. Namun demikian, juga diperlukan suatu sistem pelacakan guna memastikan bahwa konsumen mendapatkan tanggapan.

 

v  Implementasi juga membutuhkan inovasi 

Usaha mencari pendekatan-pendekatan baru dapat membantu implementasi yang lebih baik sering kali bergantung pada upaya keras untuk secara terus menerus memperbaiki apa yang orang sudah dan sedang dilakukan. Jadi, marilah kita mendalami beberapa cara penting yang dapat dilakukan oleh para manajer untuk memperbaiki kualitas upaya implementasi mereka.

1.1.3       MEMBANGUN KUALITAS DALAM UPAYA IMPLEMENTASI

 

v  Manajemen mutu total memenuhi kebutuhan konsumen

Dengan manajemen mutu total, setiap orang di dalam organisai peduli pada kualitas dan disegenap aktivitas perusahaan agar dapat lebih baik memenuhi kebutuhan pelanggan. Sebenarnya, ada banyak cara untuk memperbaiki implementasi di area keputusan akan ttetapi akan lebih baik berfokus pada  manajemen mutu total.

 

v  Kualitas yang rendah berarti hilangnya konsumen

Sebagian besar perhatian awal pada manajemenmutu berfokus pada minimalisasi cacat atas barang-barang yang diproduksi di pabrik. Dulu, kebanyakan perusahaan mengasumsikan bahwa barang yang cacat merupakan bagian yang tak terhindarkan dari produksi missal. Mereka melihat biaya untuk mengganti barang yang rusak atau cacat semata-mata sebagai biaya menjalankan bisnis yang signifikan bila dibandingkan dengan keuntungan dari produksi missal. Namun demikian, banyak perusahaan dipaksa untuk memikirkan bahwa cacat bukanlah hal yang tak teerhindarkan.

 

v  Melakukan hal secara benar sejak pertama kali

Persoalan selalu muncul dan tidak selalu jelas apa yang belum dilakukan dan apa yang dibuat. Mencari beragam cara untuk meningkatkan implementasi dengan perbaikan kesinambungan ( continuous improvement )suatu komitmen untuk terus menerus memperbaiki sesuatu selangkah demi selangkah.

 

v  Hal-hal yang berjalan baik dan yang tidak baik

Para manajer yang menggunakan pendekatan TQM memandang perbaikan kualitas sebagi suatu proses pemilahan—memilah hal-hal yang berjalan baik dan yang tidak berjalan baik. Proses pemilahan tersebut membutuhkan ukuran yang mendetail terkait dengan suatu persoalam.


v  Mulai dengan kebutuhan konsumen

Mari mulai dengan suatu kasus restoran, para konsumen yang ditargetkannya ingin dibebaskan untuk memilih makanan yang sehat dan bersedia membayar dengan harga yang cukup mahal untuk itu—selama mereka dapat makan dengan cepat dan kembali ke tempat kerja pada waktunya. Selalu mencari tahu alas an-alasan yang berbeda mengenai mengapa konsumen mersa tidak puas.

 

v  Selesaikan masalah yang besar terlebih dulu 

Manajer biasanya membuat suatu grafik yang menunjukkan distribusi frekuensi untuk jenis-jenis keluhan yang berbeda. Diagram Pareto ( pareto chart)—sebuah grafik yang menunjukkan berapa kali sutu penyebab persoalan muncul, dengan penyebab-penyebab persoalan yang diurutkan dari yang paling sering sampai yang paling jarang sehingga manajer selalu menyelesaikan masalah yang tersbesar dulu kemudian yang kecil dengan cara melihat diagram pareto.

 

v  Mencari tahu alasan beberapa hal tidak berjalan baik

Untuk mengatasi dan mengidentifikasi persoalan yaitu dengan cara menciptakan diagram duri ikan (fishbone chart)—sebuah bantuan visual yang membantu mengorganisasi hubungan sebab-akibat untuk “hal-hal yang tidak berjalan dengan baik.”Diagram ini merangkum sebab suatu persoalan dan menunjukkan kebijakan restoran mengatur agar mendapatkan solusi yang tepat.

 

v  Membangun kualitas menjadi layanan

Para konsumen membutuhkan informasi mengenai pengiriman, mereka perlu tahu cara mengisi formulir pemesanan secara benar, dan merekapun mungkin ingin menanyakan kepada akuntan, resepsionis atau insinyur perusahaan. Karena hampir setiap perusahaan harus mengelola layanan yang disediakannya bagi konsumen dan berfokus pada isu khusus terkait pengimplementasian layanan yang berkualitas.

 

v  Melatih dan memberdayakan orang untuk memberikan layanan

Merupakan hal yang sulit untuk mempertahankan kulitas pelayanan yang konsisten karena pemberi layanan tidak dapat dipisahkan dari layanan itu sendiri. Seseorang yang memberikan pelayanan yang baik khusus bias jadi menjalankan salah satu tugas spesifiknya dengan benar tetapi masih saja membuat konsumen tidak nyaman dengan satu atau lain cara. Ada dua kunci bagaimana orang mengimplementasikan layanan yang berkualitas : (1) pelatihan dan (2) pemberdayaan.

 

v  Mengelola harapan—dengan komunikasi yang baik

Upaya implementasi terkadang membuat para konsumen merasa tidak puas karena mereka mengharapkan lebih dari yang mungkin dapat diberikan oleh perusahaan. Beberapa perusahaan menanggapi hal ini dengan sikap acuh tak acuh dan menyalahkan konsumen karena bersikap tidak masuk akal. Namun demikian, konsumen akan merasa puas apabila layanana yang mereka terima sesuai dengan pengharapan mereka.

 

v  Pisahkan yang rutin dari rencan untuk yang istimewa

Perusahaan dapat mempelajari permintaan-0permintaan layanan khusus yang mereka terima dan kemudian menggunakan pelatihan sehingga bahkan permintaan konsumen yang tidak biasa sekalipun menjadi sesuatu yang rutin bagi staf mereka. Sebuah operasi pelayanan yang berjalan baik mengantisipasi keadaan-keadaan khusus sehingga penyedia layanan dapat menanggapi dengan cara yang tetap memuaskan kebutuhan pelanggan.

 

v  Manajer memimpin upaya pembangunan kualitas

Implementasi kualitas tidak terjadi dengan sendirinya. Para manajer harus bahwa mereka komit untuk melakukan sesuatu secara benar guna memuaskan konsumen dan bahwa kualitas adalah tugas semua orang. Tanpa dukungan manajemen puncak orang tidak akan berani untuk melangkah melampaui sikap bisnis tersebut.

 

v  Menetapkan tugas dan patokan kinerja

Para manajer yang mengembangkan program kualitas yang berhasil secara jelas menetapkan dan menuliskan tugas-tugas apa yang harus diselesaikan, bagaiman, dan oleh siapa. Ini mungkin terlihat tidak perlu. Lagipula, kebanyakan orang tahu secara umum apa yang semestinya mereka lakukan. Namun demikian, jika tugas-tugas ditetapkan secara jelas lebih mudah untuk melihat kriteria apa yang harusnya digunakan untuk melihat dan menilai kinerja.

 

v  Mendapatkan keuntungan dari kualitas itu penting 

Tidak ada keuntungan fianansial atas uang yang dikeluarkan untuk meningkatkan kualitas. Ingat bahwa meminta setiap orang untuk bekerja keras bersama guna memuaskan konsumen juga harus merupakan rute menuju keuntungan. Seorang manajer harus berfokus pada berbagai upaya kualitas yang sungguh-sungguh memberikan nilai lebih kepada pelanggan—kualitas yang tidak membutuhkan biaya lebih tinggi daripada yang pada akhirnya konsumen rela untuk bayarkan.

1.1.4       KENDALI MENYEDIAKAN UMPAN BALIK UNTUK MEMPERBAIKI RENCANA DAN IMPLEMENTASI

 

v Menjalankan kendali secara tegas

Meskipun teknologi informasi mempercepat aliran umpan balik serta memungkinkan para manajer untuk memperbaiki rencana dan implementasi secara terus-menerus, pertanyaan kendali mendasar yang harus ditanggapi oleh seorang manajer pemasaran tetap sama denagn yang sejak dulu muncul. Seorang manajer yang baik perlu merngetahui penjulan produk mana yang tertinggi dan mengapa ,produk-produk mana yang menguntungkan untu memperbaiki hasil akhir.

1.2            ANALIS PENJUALAN MENUNJUKKAN APA YANG TERJADI

 

v  Analisis penjualan menunjukkan detail

Analisis yang tipikal mencakup (1) kategori produk,merek,ukuran dll (2) Wilayah geografis (3) Karateristik konsumen (4)Saluran distribusi (5) Harga atau kelas diskon (6) Metode penjualan (7) Pengaturan financial (8) Besarnya pesanan. Analisis penjulan mudah dilakukan dan biasanya tidak mahal sebagai produk sampingan dari tagihan dasar dan prosedur penghitungan piutang.

 

v  Analisis penjualan dari waktu ke wwaktu menunjukkan tren

Ketika secara rutin dipersiapkan dari waktu ke waktu analisis penjualan menunjukkan tren dan dapat membantu para manajer untuk mengembangkan perkiraan (estimasi) penjualan yang lebih akurat.

 

v  Grafik jauh lebih membantu daripada angka

Grafik dapat membantu seorang manajer untuk memilah-milah data penjualan mentah, cara lain untuk mengidentifikasi data yang paling relevan dan membutuhkan perhatian serta dapat dikreasikan dengan menarik sehingga enak untuk diamati dan dipelajari.

1.3            ANALISIS KINERJA MENCARI PERBEDAAN-PERBEDAAN

 

v  Angka-angka diperbandingkan

Analisis kerja (performance analysis) mencari pengecualian atau penyimpangan dari kinerja yang direncanakan. Dalam analisis penjualan yang sederhana, angka-angka sekedar dituliskan atau dibuat grafik. Tujuan analisis kinerja adalah untuk memperbaiki system operasional perusahaan.

 

v  Analisis kinerja langsung—sebuah ilustrasi

Angka-angka tersebut tidak selalu memberikan jawaban. Namun, angka-angka itu menunjukkan wilayah-wilayah yang perlu perbaikan. Inilah manfaat utama analisis kerja dan terserah pada manajemen untuk menemukan solusinya , entah dengan merevisi atau mengubah rencana pemasaran

1.3.1    INDEKS KINERJA MEMBANTU MENYEDERHANAKAN ANALISIS MANUSIA

 

v  Membandingkan dengan “apa yang seharusnya terjadi”

Untuk bisa lebih baik mengecek keefektifan kinerja, manager pemasaran membandingkan apa yang terjadi dengan apa yang seharusnya terjadi. Hal ini melibatkan pemakaian indeks kinerja.

 

v  Indeks kinerjs mirip dengsn rata-rata pukulan yang berhasil

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar